Singgih Januratmoko Sosialisasikan Peran BUMN untuk Pemberdayaan Ummat

Singgih Januratmoko Sosialisasikan Peran BUMN untuk Pemberdayaan Ummat

Solo- majalahlarise.com - Telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Peran BUMN untuk Pemberdayaan Ummat Tahun 2022. Hadir secara virtual Bapak H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M. Anggota DPR RI Komisi VI/ Fraksi Golkar. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Fave Surakarta. Kamis (27/1/2022).

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran cukup krusial dalam membangkitkan perekonomian umat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam program pemberdayaan yang salurkan BUMN melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di maayarakat. Melalui program-program pemberdayaannya, BUMN saya kira patut diapresiasi dimana banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya program tersebut.

H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M menyampaikan "Anggaran negara yang termasuk dalam APBN nilainya terbatas sehingga harus dibantu melalui instrumen lainnya guna menjadi motor penggerak. Salah satunya dapat melalui badan usaha yang dimilikinya. 

"BUMN sejatinya merupakan motor penggerak yang luar biasa dahsyat, dengan setidaknya memiliki kekuatan sepertiga ekonomi nasional. Selain itu, infrastruktur BUMN paripurna dan tak tertandingi, diberbagai bidang dan menjangkau jaringan mancanegara hingga pelosok- pelosok daerah dan pulau-pulau terluar," terangnya.

BUMN memiliki dua fungsi yakni, Fungsi Ekonomi dan Fungsi Sosial. Sesuai dengan amanat UU No. 19 tahun 2003. Salah satu bentuk Fungsi Sosial ini disalurkan melalui CSR yang menyasar sektor Pendidikan, UMKM, dan lingkungan. pandemi berdampak pada setiap sendi – sendi kehidupan rakyat. Salah satunya yang terdampak adalah umat beragama. Kehidupan sosial masyarakat yang porak-poranda akibat Covid-19 harus perlahan dipulihkan kembali. Di sini BUMN sebagai Agen Pembangunan (Agent of Development) dapat memainkan peranan yang penting.

"DPR RI terus mendorong perusahaan pelat merah untuk terus berkiprah memberdayakan umat, baik dari aspek sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, dan sebagainya. BUMN tidak hanya harus berdampak ekonomi ke masyarakat, tetapi juga berdampak sosial. Pemberdayaan yang dilakukan BUMN harus terus membawa manfaat yang optimal bagi masyarakat. BUMN memiliki jaringandi seluruh Indonesia, bahkan hingga ke pelosok desa," tambah H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M

Gerak bisnisnya bermacam-macam, mulai pangan, energi, keuangan, industri manufaktur, infrastruktur, dan sebagainya. Kehadiran BUMN-BUMN itu selama ini telah memberdayakan umat dalam berbagai bidang. Misalnya dengan memberdayakan UMKM, kaum santri, anak-anak muda, kaum perempuan, dan sebagainya agar bisa mandiri dalam perekonomian. program pemberdayaan umat harus terus ditingkatkan dan diperluas ke berbagai segmen serta wilayah.

H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M mengatakan saat ini, Kementerian BUMN menjalin kolaborasi dengan semua pihak, tak terkecuali organisasi keagamaan. Kolaborasi dengan organisasi- organisasi milik umat diyakini dapat mengakselerasi tumbuhnya perekonomian. Sebab, organisasi ini memiliki dukungan kekuatan pentahelix atau multisektor, yaitu kekuatan pemerintah, kekuatan komunitas/masyarakat, kekuatan akademisi, kekuatan dunia usaha dan kekuatan media. 

"Di tengah pandemi dan ketidakpastian ekonomi global, BUMN hadir di garda terdepan dalam membangkitkan gairah ekonomi umat. menekankan, Kami selaku DPR RI selalu menekankan agar BUMN senantiasa hadir di tengah-tengah umat dalam era ekonomi serba digital seperti saat ini. Peran BUMN harus terus ditingkatkan demi kepentingan dan kemaslahatan umat yang lebih luas," ungkapnya. 

Pemberdayaan-pemberdayaan umat yang dilakukan BUMN ke depan bisa ikut mendorong pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan kapasitas SDM masyarakat, serta sekaligus meningkatkan pemerataan ekonomi. Kami berharap BUMN semakin konsisten memberdayakan umat, misalnya dengan program yang mendorong kewirausahaan, memberdayakan warga yang belum punya usaha agar berwirausaha sehingga bisa membuka lapangan kerja. Otomatis ini akan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Pola pemberdayaan umat yang dilakukan BUMN ke depan juga harus berdimensi keadilan. Misalnya dengan semakin meningkatkan program pemberdayaan untuk penyandang disabilitas. Tentu juga pemberdayaan kaum perempuan sebagai sebuah langkah afirmasi dari BUMN untuk mencegah feminisasi kemiskinan, untuk semakin meningkatkan kapasitas kaum ibu sebagai pilar kemajuan bangsa. (Sofyan)