Singgih Januratmoko Apresiasi Mudik Gratis dari BUMN, Ringankan Beban Warga

Singgih Januratmoko Apresiasi Mudik Gratis dari BUMN, Ringankan Beban Warga

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2023, berhasil memberangkatkan pemudik dengan berbagai tujuan. Mereka yang dibantu pulang ke kampung halamannya untuk menikmati Idul Fitri, mencapai 78.017 orang.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VI Singgih Januratmoko. Menurut dia, mudik gratis bukan hanya membantu warga, tapi juga menekan angka kecelakaan,

“Mudik dengan bersepeda motor, membonceng anak dan istri sangat berbahaya. Mereka menempuh jarak ratusan kilometer dengan risiko lelah dan mengantuk,” ujar Singgih Januratmoko.

Menurutnya, dengan program mudik gratis yang dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN, dapat mengurangi tingkat kemacetan.

Pasalnya, jumlah penggunaan kendaraan pribadi bisa ditekan. Selain itu, penggunaan bus atau transportasi umum lainnya, juga dapat meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan yang dialami pengendara roda dua,

“Kebijakan Kementerian BUMN perlu diapresiasi, karena bisa meringankan beban warga, sekaligus menciptakan kondisi mudik yang aman dan nyaman,” puji Singgih.

Ia berharap pada hari-hari raya Idul Fitri mendatang, mudik gratis bisa ditingkatkan seiring dengan peningkatan pendapatan perusahaan-perusahaan BUMN,

“Mudik memiliki efek yang luar biasa bagi perputaran ekonomi di daerah-daerah. Para pemudik berbelanja dan berwisata di kampung halaman mereka. Semua kesenangan berbagi itu berasal dari menyisihkan uang dari penghasilan mereka,” tuturnya.

Aktivitas mereka tersebut, menciptakan perputaran ekonomi sekaligus pemerataan kesejahteraan.

Mengutip survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) jumlah pemudik pada 2023 diprediksi meningkat signifikan menjadi 123,8 juta orang dari sebelumnya 85,5 juta orang,

“Kita bisa bayangkan berapa triliun perputaran uang yang terjadi di seluruh Indonesia,” tukas Singgih.

Dengan hari libur yang lebih panjang juga relaksasi kebijakan pembatasan perjalanan, menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah pemudik.

Bisa dipastikan mereka akan lebih bebas mengunjungi tempat-tempat wisata, “Bila mereka sepekan di kampung halamannya, menghabiskan Rp2 juta, potensi perputaran uang bisa di atas Rp247 triliun,” ulasnya.

Singgih juga berpesan, bagi mereka yang mudik dengan kendaraan pribadi agar menjaga kondisi fisik dan kesehatannya, juga kondisi kendaraan harus dipastikan prima,

“Mengemudi dengan kondisi fisik lelah sangat berbahaya. Istirahat yang cukup bila merasa lelah dan kendaraan dipastikan dalam kondisi baik, agar tidak menghambat perjalanan,” pungkas Singgih.