Perumahan Jadi Masalah Sosial, Anggota DPR RI: BTN Hadir Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Perumahan Jadi Masalah Sosial, Anggota DPR RI: BTN Hadir Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

KLATEN, LINES.id – Perumahan bisa menjadi masalah sosial bila harganya kian tak terjangkau. Namun, Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko menyebut kehadiran PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mampu meringankan beban masyarakat. Hal tersebut disampaikan usai sosialisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Hotel Tjokro, Klaten, pada Rabu (31/5/2023).

“Dampak dari ketidakmampuan membeli rumah adalah munculnya masalah sosial dan menurunnya kualitas hidup. Bayangkan, bila satu rumah ditinggali tiga atau empat keluarga. Atau kontrak rumah petak dengan enam atau tujuh anggota keluarga,” tutur Singgih Januratmoko legislator untuk Surakarta, Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali itu.

Singgih mendorong BTN terus membantu menyediakan rumah yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, “Ini peran yang menurut saya mulia, bagaimana BTN mampu menyalurkan kredit untuk membangun rumah yang terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Pembangunan rumah memiliki efek berganda, selain membantu masyarakat, pembangunan rumah memutar perekonomian Indonesia. Bahkan di saat ekonomi melemah, penyediaan rumah murah cukup mampu menopang perekonomian.

Pasalnya dampak langsung dari sektor perumahan akan dirasakan oleh sekitar 174 sektor turunannya seperti industri semen, pasir, cat, batu dan lain sebagainya. DPR juga mengapresiasi Bank BTN yang berkontribusi sangat besar terhadap suksesnya program sejuta rumah yang menjadi andalan pemerintahan Jokowi. Selain mewujudkan rumah impian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sektor perumahan juga menyerap sekitar 500.000 tenaga kerja untuk setiap pembangunan 100.000 unit rumah.

Menurut Singgih backlog perumahan yang saat ini mencapai 12,7 juta unit, bukanlah semata tugas dari Bank BTN. Berbagai pihak harus saling membantu agar angka yang tinggi itu dapat diturunkan, “DPR akan mendukung dengan menerbitkan berbagai regulasi agar sektor pembiayaan perumahan bisa tumbuh,” ujar Singgih.

Sementara itu, Tim Sosialisasi BUMN Harun Abdul Hafidz mengatakan, sepanjang tiga bulan pertama 2023, BTN berhasil mempertahankan kinerja cemerlang. Bank yang mengkhususkan diri menyediakan kredit perumahan, sukses menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp300 triliun sepanjang kuartal I 2023. Perolehan tersebut tumbuh 8,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 277,13 triliun.

Berkat penyaluran kredit perumahan, menurut Harun banyak masyarakat terbantu, “Daripada kontrak terus di rumah petak, akhirnya bisa beli rumah seluas 70, 80, 90 meter persegi. Ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” imbuh Harun.