Ajak Masyarakat Dukung PHE, Singgih Januratmoko: Perkokoh Ketahanan Energi Nasional

Ajak Masyarakat Dukung PHE, Singgih Januratmoko: Perkokoh Ketahanan Energi Nasional

KLATEN, LINES.id – Kebutuhan energi nasional berupa minyak dan gas bumi terus tumbuh, hal tersebut mengakibatkan tingginya permintaan. Rencana PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk menjual sahamnya kepada masyarakat (IPO), diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan profesionalitas agar setara dengan perusahaan minyak multinasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPR RI Singgih Januratmoko dalam sosialisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Hotel Tjokro, Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (30/1/2023), “Dengan IPO, PHE memiliki prospek yang bagus dan memungkinkan menjadi pemain migas internasional yang kuat. IPO juga menandakan entitas bisnis PHE lebih maju dan kuat,” tutur Singgih Januratmoko.

Singgih juga meminta masyarakat memberi dukungan terhadap penjualan saham PHE tersebut. Terutama, publik tidak perlu khawatir negara kehilangan sahamnya atas perusahaan migas kebangaan nasional itu, “Untuk melindungi kepentingan negara, pemerintah memiliki hak veto. Dengan demikian, hak negara terhadap perusahaan tersebut tidak hilang,” imbuh Singgih.

Menurut Singgih upaya PHE menjaga ketahanan energi memang menemui banyak tantangan belakangan ini. Pasalnya, ketahanan energi mudah berada dalam kondisi kritis, akibat perang ataupun pembatasan produksi, “Bila kondisi ini tidak diperbaiki, rencana Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terkuat akan sulit terwujud. Dampaknya, ketahanan energi nasional akan terganggu,” tutur Singgih. Untuk itu, ia mendukung berbagai upaya PHE untuk memperkokoh ketahanan energi nasional.

Senada dengan Singgih, Andi Eswoyo dari PHE mengatakan pihaknya memiliki tugas untuk memperkuat ketahanan energi, “PHE mendapat tugas untuk menjaga kondisi terjaminnya ketersediaan energi serta akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dan mutu yang baik, melalui suatu bauran energi yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Andi.

Untuk menjalankan amanah negara itu, PHE menurut Andi berusaha mewujudkan kemandirian pengelolaan energi, sehingga tidak selalu bergantung dengan perusahaan migas asing. Tugas lainnya adalah menjamin ketersediaan energi dan terpenuhinya kebutuhan sumber energi dalam negeri, “Dengan cara mengoptimalkan pengelolaan sumber daya energi secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

PHE juga mendukung inovasi, agar energi migas yang mereka salurkan terus mengalami peningkatan efisiensi pemanfaatan energi, “Kami juga terus berusaha menjamin akses yang adil dan merata terhadap energi, pengembangan kemampuan teknologi, industri energi dan jasa energi dalam negeri. Sekaligus menciptakan lapangan kerja dan terkendalinya dampak perubahan iklim dan terjaganya fungsi lingkungan hidup,” ujarnya.

PHE juga berupaya menyediakan energi yang terjangkau dan aman. Perihal penggunaan energi terbarukan, menurut Andi, PHE terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan untuk penyediaan listrik, transportasi dan industri, serta mengakselerasi pengurangan energi fosil. Namun, Andi juga menegaskan transisi energi perlu dilakukan secara bertahap, “Hal ini untuk menyesuaikan kondisi sosial, ekonomi dan politik yang mempengaruhi arah kebijakan dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, PHE menjalankan strategi melawan laju penurunan alamiah (natural declining rate) melalui pengeboran sumur pengembangan, perawatan sumur, dan melakukan ekpansi dan lain-lain.